Beberapa waktu ini saya diberi pertanyaan, bagaimana pandangan Islam terhadap hak cipta atau hak kekayaan inteletktual (copyrights dan intellectual property). Karena berkaitan dengan dunia ilmu,banyak akhirnya yang harus memanfaatkan barang-barang bajakan (piracy) seperti CD, DVD, buku dan media lainnya. Nah, saya dengan ilmu saya yang sedikit, kita akan coba bedah.
Sebagai dasar, kita harus mengetahui bahwa segala ilmu di dunia ini
adalah milik Allah, karena dari Allah-lah segala ilmu dan Allah pula
yang mengajari manusia segala bentuk ilmu. Sedangkan manusia hanya
menguak (discovering) saja, bukan menciptakannya (creating). Allah menegaskan dalam kitab-Nya.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar
(manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa
yang tidak diketahuinya. (TQS Al-Alaq [96]: 3-5)
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya… (TQS Al-Baqarah [2]: 31)
Selasa, 10 Juni 2014
Galau by "Ustadz FelixSiauw"
Kegembiraan adalah pintunya kesedihan, dan kesedihan adalah pintunya kebahagiaan
Nggak ada yang selama-lamanya..
Ketika Allah swt memberikan 1 kesulitan maka Dia menemaninya dengan 2 kemudahan
Fa inna ma’a al-usri yusraa, inna ma’a al-usri yusraa
Masalah besarnya bukan seberapa besar dosa kita,
Tapi seberapa besar taubat kita kepada Allah swt
Atau tantangan kita bukan berapa kali kita jatuh
Namun berapa kali kita memutuskan untuk kembali bangkit
Berharap kebaikan dari-Nya adalah wajib,
Sedang berputus asa dari rahmat-Nya adalah haram
Nggak ada yang selama-lamanya..
Ketika Allah swt memberikan 1 kesulitan maka Dia menemaninya dengan 2 kemudahan
Fa inna ma’a al-usri yusraa, inna ma’a al-usri yusraa
Masalah besarnya bukan seberapa besar dosa kita,
Tapi seberapa besar taubat kita kepada Allah swt
Atau tantangan kita bukan berapa kali kita jatuh
Namun berapa kali kita memutuskan untuk kembali bangkit
Berharap kebaikan dari-Nya adalah wajib,
Sedang berputus asa dari rahmat-Nya adalah haram
Label:
Ustadz Felix Siauw
Antara Hawa Nafsu dan Syariat Allah by "Ustadz FelixSiauw"
“Jangan kayak gitulah, kalo gitu sih terlalu ekstrim”
“Islam itu kan toleran, mudah, nggak nyusah-nyusahin, fleksibel”
Kalimat yang begini, bila diucapkan oleh
seorang ulama yang mengerti tentang agama tentu sesuatu yang baik,
sesuatu yang benar. Tapi seringnya kalimat-kalimat semisal ini keluar
dari lisan orang-orang yang malas dan nggak serius mempelajari Islam,
untuk membenarkan kesalahan yang dia lakukan, untuk memilah-memilih
hukum mana yang dia suka dan mengabaikan hukum yang tidak dia suka atau
bertentangan dengan perbuatannya.
Misalnya, seringkali saya menyampaikan
tentang haramnya riba dan turunannya seperti KPR, leasing, kartu kredit,
serta haramnya beberapa transaksi ekonomi lain seperti asuransi dan
perdagangan saham, biasanya yang keluar dari orang yang begini,
“Jangan kayak gitulah, kalo gitu sih terlalu ekstrim”
Label:
Ustadz Felix Siauw
Selasa, 03 Juni 2014
Pada Suatu Kisah
Pada suatu tempat di suatu hari yang lalu, seorang raja mengumpulkan rakyat-rakyatnya, termasuk para pejabat kerajaan, bahkan pelayan istana pun dikumpulkan. Setelah semua berkumpul, maka sang raja mengambil sebuah permata kerajaan yang paling indah & paling mahal harganya. Kemudian sang raja memerintahkan kepada siapa pun di antara yang hadir yang bersedia untuk memecahkan permata tersebut, setelah ditunggu beberapa saat, ternyata tidak ada satu pun di antara rakyat & pejabat kerajaan yang bersedia menghancurkannya, dalam hati mereka ada perasaan sayang & keinginan untuk memiliki (mana tau jika tidak dihancurkan, mungkin permata itu akan diberi kepada salah seorang dari mereka, & masing-masing berharap dialah yang mendapat keberuntungan itu).
Label:
Kisah Islami,
Nasehat
Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa
Alkisah, ada sorang bapak setengah baya sedang duduk di depan teras rumahnya. Tatapannya tidak bergeming memperhatikan seekor ulat yang sedang berusaha keluar dari lubang sempit kepompongnya. Tubuh ulat berusaha sekuat tenaga melewati lubang sempit di ujung kepompong dan sangat kepayahan. Melihat kejadian itu sang bapak merasa iba, rasa kasihannya muncul melihat penderitaan sang ulat. Serta merta masuklah sang bapak kerumahnya lalu kembali dengan membawa gunting. Dengan hati-hati dipotongnya ujung kepompong tersebut sehingga lubangnya menjadi besar, sang ulat pun bias keluar dengan mudahnya. Jatuhlah sang ulat ke tanah, badannya kelihatan lemas dan berair.
Lama sang bapak memperhatikan tubuh ulat yang tergolek ditanah. Harapan dalam hatinya adalah sang ulat segera bergerak dan beranjak naik ke atas pohon untuk mengunyah daun-daun muda yang hijau. Tetapi harapan sang bapak tidak kunjung datang, sebaliknya sang ulat semakin tidak berdaya, badannya menggelembung dan akhirnya mati.
Lama sang bapak memperhatikan tubuh ulat yang tergolek ditanah. Harapan dalam hatinya adalah sang ulat segera bergerak dan beranjak naik ke atas pohon untuk mengunyah daun-daun muda yang hijau. Tetapi harapan sang bapak tidak kunjung datang, sebaliknya sang ulat semakin tidak berdaya, badannya menggelembung dan akhirnya mati.
Label:
Keistimewaan,
Kisah Islami
Senin, 02 Juni 2014
Biarkan Masa depan Datang Sendiri
أَتَىٰ أَمْرُ اللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar
disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang
mereka persekutukan.(QS: An-Nahl Ayat: 1)
Jangan pernah mendahului sesuatu yang
belum terjadi! Apakah Anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya
dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah
sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak
memiliki rasa dan warna.
Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan
Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan
Rabu, 28 Mei 2014
NAJIS
1. Pengertian Najis
Secara etimologis, “najis” berarti sesuatu yang
mengotori. Sedangkan menurut syara’, “najis” adalah sesuatu yang kotor yang
dapat menghalangi keabsahan shalat selama tidak ada sesuatu yang meringankan
(rukhsah).
2. Macam-Macam Najis
Najis terdiri dari beberapa macam, baik berbentuk
cair maupun padat. Contoh najis yang bersifat cair adalah; khamr, air seni
(urine), darah, dll. Sedangkan yang bersifat yang bersifat padat di antaranya;
bangkai, tinja, dll.
HADATS
Hadats
berasal
dari kata "Al-Hadats" yang artinya suatu peristiwa, kotoran, atau
tidak suci. Sedangkan menurut syara' adalah suatu ungkapan untuk sesuatu yang
berada pada anggota tubuh yang bisa mencegah keabsahan ibadah shalat sekiranya
syara' tidak memberikan toleransi.
Macam-Macam Hadats
a. Hadats Kecil (hal-hal yang menyebabkan batalnya wudhu)
- Keluarnya sesuatu dari kemaluan atau anus, kecuali sperma karena itu termasuk hadats besar.
- Hilang akal (gila, tertidur, pingsan, mabuk atau hal semacamnya), kecuali tidur dalam kondisi duduk yang stabil.
Sabtu, 03 Mei 2014
Keutamaan Membaca & Mengkhatamkam Al-Quran
Keutamaan Membaca al-Qur’an
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi memaparkan hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an. Di antaranya:
1. Akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.
Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)
2. Mendapatkan predikat insan terbaik.
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi memaparkan hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an. Di antaranya:
1. Akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.
Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)
2. Mendapatkan predikat insan terbaik.
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)
Label:
Keistimewaan,
Nasehat,
Tata Cara
Bahaya Melupakan dan Tidak Membaca Al-Quran
Kita sering membaca atau mendengar kuliah tentang kelebihan dan
kebaikan yang bakal diperolehi dengan membaca dan mengamalkan kandungan
Al-Quran. Memang tidak dapat dinafikan bahawa kita perlu mengetahui
kesan-kesan baik dengan melaksanakan segala kandungan Al-Quran.
Namun sejauh manakah tahap amalan kita terhadap tuntutan Al-Quran itu dilaksanakan. Sekiranya dikira dengan memberikan peratusan, angka berapakah yang kita perolehi daripada 100? Sama-samalah kita menganalisanya.
Namun sejauh manakah tahap amalan kita terhadap tuntutan Al-Quran itu dilaksanakan. Sekiranya dikira dengan memberikan peratusan, angka berapakah yang kita perolehi daripada 100? Sama-samalah kita menganalisanya.
Disamping kita mengetahui kebaikan dan ganjaran
atas segala perbuatan kebaikan dan kebajikan terhadap tuntutan Al-Quran,
adalah amat wajar juga untuk kita mengetahui kesan buruk dan bahaya
melalaikan atau melupakan Al-Quran. Apatah lagi meninggalkan terus
Al-Quran, semoga dijauhkan.
Label:
Keistimewaan,
Nasehat
Langganan:
Postingan (Atom)
