Selasa, 03 Juni 2014

Pada Suatu Kisah

Pada suatu tempat di suatu hari yang lalu, seorang raja mengumpulkan rakyat-rakyatnya, termasuk para pejabat kerajaan, bahkan pelayan istana pun dikumpulkan. Setelah semua berkumpul, maka sang raja mengambil sebuah permata kerajaan yang paling indah & paling mahal harganya. Kemudian sang raja memerintahkan kepada siapa pun di antara yang hadir yang bersedia untuk memecahkan permata tersebut, setelah ditunggu beberapa saat, ternyata tidak ada satu pun di antara rakyat & pejabat kerajaan yang bersedia menghancurkannya, dalam hati mereka ada perasaan sayang & keinginan untuk memiliki (mana tau jika tidak dihancurkan, mungkin permata itu akan diberi kepada salah seorang dari mereka, & masing-masing berharap dialah yang mendapat keberuntungan itu).
Pada saat mereka saling pandang satu sama lain, maka majulah sang pelayan istana dengan keyakinan penuh dia pukulnyalah permata tersebut hingga hancur, orang-orang pun berebut untuk mengambil pecahan permata tersebut, termasuk para pejabat istana, kecuali si pelayan & raja itu sendiri yang tidak ikut memungut pecahan permata tersebut.
Maka raja pun bertanya kepada sang pelayan, "Kenapa kamu begitu beraninya menghancurkan benda kesayangan kerajaan ini...?" Sang pelayan menjawab,"Perintah raja lebih tinggi dari semua harta benda milik kerajaan...
Begitulah perumpamaan hidup kita didunia ini, kita tak lebih dari pelayan kerajaan tersebut, tugas utama kita adalah menghamba kepadaNya, bukan kepada selainNya.  

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku..."
(QS. Adz-Dzariyat: 56). Apapun yang di dunia ini seharusnya tidak ada yang lebih kita pentingkan selain dari perintahNya. Apapun yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah Ta'ala, & Allah Ta'ala ada di atas segala sesuatu.
Sayangnya, disinilah manusia sering lalai...
Ibarat para pejabat istana tadi, kita sibuk memungut “serpihan-serpihan”, sibuk dengan perkara-perkara dunia, hingga sering lupa bahwa perintah Allah Ta'ala ada di atas segala-galanya, karena Dia-lah yg telah menciptakan semua itu. 
 
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

"Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, kekayaan ygang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat kediamanmu yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah & RasulNya dan berjihad dijalanNya, maka tunggulah keputusan Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq." (QS. At-Taubah: 24).
Saudara-saudaraku...
Aku menceritakan ini bukan hendak menasehati orang lain, sama sekali bukan perkara orang lain, tapi terutamanya adalah untuk diri sendiri, karena aku merasa akulah yang paling pantas di nasehati seperti ini.
Ada pun sebab kuceritakan adalah, mana tau di antara yang membaca ada yang membutuhkannya untuk bahan renungan atau hendak mengambil hikmah darinya, maka dengan senang hati aku berbagi....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar